FILIM ini sangat memberi inspirasi buat saya. Dan membuka pikiran saya lebih luas lagi tentang keharmonisan Umat beragama.
Dengan menonton Filim ini saya semakin mencintai perbedaan. 🙂 I love the difference

Setelah 1 part/ bagian selesai klik UP NEXT untuk melihat Lanjutannya dan Filim ini secara penuh : Tapi part 4 nya terpisah di bawahnya ya.. karena dari part 3 langsung ke part 5 ..
^-^ Selamat Menonton <3 <3 <3
[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=yDUx1dZICKM&feature=autoplay&list=PLEBE3E2A925C4C510]
Part 4 cin T a
[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=q4OYM-q0KX0]
Synopsis

Cina (Sunny Soon), seorang mahasiswa baru yang belum pernah mengalami kegagalan dalam hidup, sehingga dia yakin bisa mewujudkan impiannya hanya dengan modal iman.
Annisa (Saira Jihan), mahasiswi tingkat akhir yang kuliahnya terhambat karena karirnya di dunia film. Popularitas dan kecantikan membuatnya kesepian, sehingga ia bersahabat dengan jarinya sendiri yang selalu digambari bermuka sedih. Sampai suatu hari datang ‘jari’ lain yang menemani.
(T), karakter yang paling tidak bisa ditebak. Setiap orang merasa mengenal-Nya. Setiap karya seni mencoba untuk menggambarkan-Nya, tapi tidak ada yang benar-benar mampu menggambarkanNya.

(T) mencintai Cina dan Annisa, tapi Cina dan Annisa tidak dapat saling mencintai karena mereka memanggil (T) dengan nama yang berbeda. cin(T)a menceritakan kisah sehari-hari yang tidak berani diceritakan film lain. Dengan cerita ‘cinta’ yang dilihat dengan ‘kacamata’ lain, cin(T)a memuat dialog-dialog jujur dan cerdas yang banyak mengupas perbedaan, yang selama ini dianggap tabu.
Padahal diskusi perbedaan itulah yang dibutuhkan untuk saling mengenal dan menghargai. Perbedaan dibutuhkan untuk membuat dunia tetap berjalan, bukan alasan untuk saling menghentikan. Bersama dengan Sally Anom Sari, Sammaria merancang karakter, setting, dan dialog yang sederhana dan mengusik kesadaran masyarakat penuh warna di Indonesia. Sembilan Matahari
Film bekerja sama dengan Moonbeam Creations mendedikasikan film ini bagi terciptanya dialog cerdas dalam menyikapi segala hal, termasuk kemajemukan masyarakat Indonesia.cin(T)a membuktikan film independen bisa dieksekusi dengan cerdas dan kreatif. Dalam pengemasannya, cin(T)a menggunakan dua konsep sinematografi. Pertama, mengingat keberadaan Tuhan sangat subjektif pada setiap orang, Sammaria meletakkan penonton pada ‘sudut pandang Tuhan’.
Reaksi penonton pada film mencerminkan persepsi penonton itu sendiri tentang Tuhan. Kedua, Sammaria menggunakan konsep ‘dunia hanya milik berdua, yang lain off-frame.’ Karena ketika kita jatuh cinta, dunia serasa milik berdua.

Pengembangan cerita berlangsung tiga bulan(Desember 2007-Februari 2008) dan proses pra-produksi selama lima bulan (Maret-Juli 2008). Pengambilan gambar hanya berlangsung selama 2 minggu di bulan Agustus dan lima bulan berikutnya untuk proses pos-produksi (September 2008-Januari 2009).Keseluruhan proses dikerjakan di Bandung, kota yang secara internasional dikenal memiliki potensi besar seiring pesatnya perkembangan industri kreatif yang dimotori oleh anak-anak mudanya. Sembilan Matahari Film mendapatkan kehormatan untuk menayangkan film cin(T)a di National Film Theater – British Film Institute London 29 Mei 2009 lalu, dan berkeliling ke beberapa kampus di UK. Perjalanan cin(T)a tersebut selain mendapatkan apresiasi para penonton di UK, juga mengukur kemampuan industri kreatif Bandung di dunia internasional. Untuk pemutaran di Indonesia, cin(T)a akan ditayangkan di Blitzmegaplex mulai 19 Agustus 2009. Film ini juga ditayangkan pada Jogja-Netpac Asian Film Festival 2009 dan menjadi film penutup di Indonesian
Film Festival 2009 di Melbourne, Australia.
Informasi lebih lanjut :
Danti +62 818 211 326/kayumanis37@gmail.com
Dini +62 818 0909 5525/diniaprilia@gmail.com
www. godisadirector.com

Very nice:D
good 🙂
Bad…..It’s So Bad…..
Cukup menarik bila kau mencermati film ini,,
dan memang itu ada di kehidupan nyata,,
dan memang,,jalan pikiran Manusia tidak sama dengan jalan Tuhan..Mengapa perlu ada perbedaan,,jika perbedaan itu membuat manusia makin terpisah bukan bersatu,,padahal sama-sama menyembah Tuhan
sumpaaaah film ini kereeeeeeeeeeeen
sukaaaa bangeeeet