Contoh Alat Navigasi Kapal Penangkap Ikan Modern adalah, Manfaat, Cara Pakai/Aplikasi Kompas, GPS, Radar, Fish Finder

 

 

Alat Navigasi

Kegiatan penangkapan ikan adalah suatu upaya untuk mendapatkan ikan hasil tangkapan dengan menggunakan alat tangkap, sarana apung atau kapal yang sesuai serta dengan memakai atau memanfaat kan peralatan bantu penangkapan  yang sesuai agar memperoleh hasil yang maksimal.

Didalam menentukan lokasi daerah penangkapan ikan (fishing ground) banyak factor yang mempengaruhinya, salah satu diantaranya adalah posisi kapal.  Penetuan posisi kapal yang akurat serta data pendukung lainnya dapat membantu keberhasilan operasi penangkapan ikan.

Pada umumnya kegagalan dalam usaha penangkapan ikan dilaut disebabkan karena; Tidak adanya kepastian mengenai jenis ikan yang akan diperoleh, tidak adanya kepastian tentang jumlah ikan yang akan diperoleh, dan tidak adanya kepastian mengenai tempat ikan.

Salah satu upaya untuk mengurangi tingkat kegagalan tersebut adalah dengan menentukan tujuan ke lokasi penangkapan ikan yang pasti. Dengan menggunakan alat bantu penangkapan ikan yang salah satunya adalah alat bantu navigasi yang handal maka lokasi penangkapan ikan dapat dituju dengan pasti.

 

1. Navigasi

Navigasi berasal dari bahasa latin. Navis yang berarti kapal dan Agere yang berarti mengarahkan. Apabila kedua kata tersebut dirangkaikan menjadi satu, akan memberikan pengertian dan makna dari kata Navigasi adalah suatu proses dalam menjalankan kapal dari satu tempat ketempat tujuan dengan cara yang paling aman dan efisien.

Gambar Peta Navigasi Kapal
Peta Navigasi Kapal

Manfaat Navigasi :

  • Daerah penangkapan ikan: dengan ditemukannya sumberdaya perikanan di lokasi tertentu, yang memungkinkan untuk dimanfaatkan pada hari berikutnya
  • Penempatan alat penangkap ikan yang stasioner atau menetap
  • Perairan/ lokasi yang telah dapat merusak alat penangkap ikan
  • Mengetahui jalur-jalur daerah penangkapan ikan
  • Jarak terdekat dalam mencapai sasaran navigasi
  • Memenuhi ketentuan atau peraturan pelayaran yang berlaku

Navigasi Berdasarkan Daya Jelajah. Berdasarkan daya jelajahnya maka navigasi dapat diklasifikasikan menjadi 4, yaitu ;

  • Navigasi Pantai

Pelayaran dengan cara menyusur pantai yang dalam menentukan posisi kapal dari satu tempat ketempat lainnya, dengan mengadakan pengamatan secara visual terhadap benda-benda yang terdapat disekitar pantai.

  • Navigasi Interinsuler

Pelayaran antar pulau, dalam menentukan posisi kapal sampai dengan jarak tertentu dapat menggunakan radar.

  • Navigasi Samudera

Pelayaran lintas samudera, dan dalam menentukan posisi kapal harus menggunakan  peralatan navigasi elektronik, seperti GPS.  Sebelum ditemukan GPS, para pelaut menggunakan Sextant untuk menentukan posisi kapal.

  • Navigasi Polar.

Pelayaran lintas benua.

 

2. Kompas

Gambar Kompas
gambar kompas
  • Kompas magnet (Magbetic Compass)

Kompas magnet adalah salah satu dari perlengkapan navigasi yang kuno dan masih tetap dipertahankan keberadaannya sampai sekarang, meskipun sudah ditemukan kompas gyro yang lebih canggih. Bagaimanapun canggihnya sebuah kapal yang modern dan dilengkapi dengan peralatan navigasi elektronik, namun masih harus dilengkapi dengan kompas magnet ini. Kompas magnet ini menurut penggunaannya ada 2 macam, yaitu :

  • Kompas Kemudi.

Kompas kemudi adalah kompas yang ditempatkan ditengah-tengah anjungan kapal, didepan jantra kemudi yang fungsinya untuk menentukan arah haluan kapal.  Pada umumnya kapal-kapal kecil hanya menggunakan kompas ini.

  • Kompas Standard

Kompas standard adalah kompas yang ditempatkan diatas ruangan anjungan kapal yang berfungsi sebagai patokan dari kompas yang ada dikapal, dan selain itu juga berfungsi untuk menentukan baringan-baringan datar. Kompas standard  pada umumnya terdapat di kapal-kapal besar, sedangkan dikapal-kapal kecil kompas standard juga berfungsi ganda, sebagai kompas standard sekaligus juga sebagai kompas kemudi.

  • Kompas Gyro ( Gyro Compass)

Kompas gyro adalah kompas atau pedoman yang memanfaatkan karakteristik giroskop (gyroscope) yang berputar pada kecepatan tinggi , sehingga ujung-ujung daripada poros giroskop selalu menunjukkan arah utara selatan sejati.

Gyro yang berputar cepat tadi, ditempatkan pada tiga buah cincin yang porosnya saling bersilangan, sehingga gyro tersebut dapat bergerak bebas walaupun kondisi kapal oleng (rolling) ataupun angguk (pitching), kondisi gyro akan tetap rata / datar.

 

3. Global Positioning System (GPS)

Global Positioning System atau lebih dikenal dengan singkatannya yaitu GPS adalah suatu sistim navigasi  berdasarkan penghitungan satelit yang mempunyai  ketepatan tinggi. Pertama kali peralatan ini dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk kepentingan militer, akan tetapi pada saat sekarang sudah digunakan secara luas untuk keperluan komersial maupun rekreasi.

Gambar GPS
Gambar GPS

Pada saat keadaan tersedia penuh, bumi diliput oleh suatu konstelasi satelit yang   terdiri  dari 24 buah , ditempatkan menyebar pada ketinggian mendekati 20.000 km pada orbit bumi yang beredar secara terus menerus memancarkan keseluruh penjuru dunia, mengenai posisi, cuaca , waktu dan informasi kecepatan kepada seluruh pesawat penerima GPS.  Jadi fungsi pesawat penerima GPS adalah untuk mengetahui letak atau posisi alat ini (pesawat penerima GPS) secara akurat, yaitu berdasarkan letak koordinat bumi atau perpotongan antara garis bujur dan garis lintang (Longitude and Latitude Coordinate).

Untuk dunia perikanan khususnya , pesawat penerima GPS ini sangat berguna karena dapat dimanfaatkan antara lain untuk :

  • Menentukan posisi kapal.
  • Mencari kembali posisi yang telah dilalui.
  • Menyimpan posisi/ koordinat pemasangan alat tangkap ikan seperti: bubu , gillnet longline dsb.
  • Menentukan arah haluan kapal dengan haluan sejati, sehingga tidak perlu menghitung variasi maupun deviasi sebagaimana pada kompas magnet

Cara pesawat penerima GPS menentukan posisinya ialah dengan menerima pancaran dari 3 (atau 4) satelit pada garis pandangnya dengan langkah – langkah dasar sebagai berikut:

  • Satelit GPS secara terus menerus memancarkan data orbitnya yang sangat tepat yang disebut ephemeris. Dengan data ini pesewat penerima GPS langsung menghitung posisi satelit.
  • Pesawat penerima GPS menghitung jaraknya terhadap satelit-satelit secara akurat.
  • Lokasi-lokasi satelit berikut jarak-jaraknya dari pesewat penerima GPS dapat diketahui. Pesawat GPS menetapkan posisinya sendiri terhadap satelit dengan bentuk sudut segitiga.

Hampir sama dengan alat penginderaan jarak jauh lainnya seperti Radar, dimana untuk menetapkan posisi yang paling akurat yang akan diperoleh jika diantara obyek-obyek sasaran mempunyai sudut pandang mendekati 90º satu sama lain dari posisi kita.  Begitu pula dengan GPS, secara umum bahwa semakin jauh letak satu satelit dengan satelit lainnya maka ketepatan posisinya akan lebih tinggi.

 

a. Bagian-bagian GPS

Pada umumnya pesewat GPS terdiri dari 2 bagian / unit :

  1. Unit Antena

Bentuknya beragam, ada yang berbentuk tabung, bentuk setengah bulat piringan tebal bahkan ada yang berbentuk bola besar.

  1. Unit Display

Pada umumnya bentuk display berupa layar monitor (LED) kecil berikut papan tombol (keyboard) nya menjadi satu. ( namun ada beberapa pabrikan yang memproduksi GPS yang bagian display dan antenanya menjadi satu, bahkan ada pula yang berukuran saku).

 

b. Pemasangan pesawat penerima GPS dikapal

Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam penerimaan sinyal satelit pada pesawat penerima GPS, maka pemasangan unit antenna maupun unit display sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut ini :

  1. Unit Antena
  • Dipasang jauh dari sorotan scanner Radar, karena sorotan Radar akan menghalangi penerimaan sinyal satelit GPS.
  • Pastikan bahwa lokasi disekitar antenna tidak menutupi garis pandang kearah satelit.  Benda-benda  disekitar antenna seperti tiang kapal, atau cerobong asap dapat menghalangi penerimaan sinyal satelit GPS.
  • Memasang antenna setinggi mungkin, hal ini juga akan menjaga dari percikan air laut.

2.    Unit Display

  • Tempatkan unit display jauh dari sengatan matahari langsung, karena panas tersebut akan menjalar ke bagian dalam kabinet dan akan membuat komponen-komponen didalamnya bekerja tidak normal.
  • Suhu dan kelembaban disekitar display harus stabil dan sedang.
  • Tempatkan display jauh dari pipa knalpot dan lubang angin.
  • Perlu adanya sirkulasi udara yang cukup.
  • Penempatan pemasangan unit display diusahakan dilokasi yang getarannya seminimal mungkin.

c. Pengoprasian GPS

Pada saat tombol  Power ditekan (on) , unit display tidak langsung mengeluarkan tampilan posisi sekarang, namun harus menunggu kurang lebih 2 menit untuk proses pencarian almanac (data yang berisi informasi orbit) yang dipancarkan oleh satelit-satelit GPS.  Setiap satelit selalu memancarkan data orbit dirinya sendiri serta perkiraan data orbit hampir semua satelit GPS yang ada. Kemudian baru penerimaan awal almanac sekitar beberapa puluh detik. Proses  tersebut secara keseluruhan akan memerlukan waktu  2 – 3 menit. Setelah itu Unit Display akan menampilkan beberapa informasi pada layar LCD yang antara lain mengenai :

  1. Waktu (Time)

Menerangkan waktu saat ini berdasarkan waktu internasional (UTC). Untuk penggunaan waktu local (Local Mean Time) dapat disesuaikan dengan cara yang biasanya diuraikan melalui fungsi tombol menu.

  1. Posisi

Menerangkan posisi saat ini yang merupakan koordinat garis lintang dan garis bujur (Latitude and Longitude) dari pesawat penerima GPS ini berada. Contoh :  34º 44’ 321 N 35º 21’ 567 E. Ini menunjukkan bahwa kapal berada pada koordinat (perpotongan) antara garis Lintang Utara 34 derajat  44,321 menit dengan garis Bujur Timur 35 derajat 21,567 menit).

  1. Haluan (Course)

Menerangkan haluan kapal saat ini. Contoh :  C =123º, berarti kapal bergerak/ berjalan dengan arah haluan  sejati 123˚

  1. Kecepatan (Speed)

Menerangkan kecepatan kapal saat ini, tertulis dalam satuan knot (KT). Informasi tersebut diatas tampil pada layar display sebagai tampilan standard atau sama dengan tampilan pada tombol “pos”.

 

d. Papan tombol (keyboard)

Fungsi beberapa tombol yang umum pada GPS :

Pos, menampilkan posisi kapal, haluan, kecepatan, waktu dan kondisi penerimaan pesewat (merupakan tampilan standard pada GPS).

R/B, menampilkan jarak (range) dan baringan (bearing) antara kapal dengan titik Sasaran, dimana titik Sasaran pada umumnya adalah lokasi pada posisi tertentu yang telah direkam dan diberi nama tertentu.

Nav, menampilkan informasi navigasi yang sesuai dengan apa yang dipilih oleh pengguna, seperti:

  • Posisi kini (seperti yang ada pada tampilan tombol POS ) berikut jarak dan baringan terhadap Sasaran (seperti pada fungsi R/B) berikut kecepatan kapal dan haluan kapal saat ini.
  • Kombinasi tampilan : waktu, kecepatan kesasaran, jarak tempuh, perkiraan waktu tiba di Sasaran.
  • Tampilan rimban (kemencengan arah) berikut indek kemencengannya serta gambar garis-garis skema perjalanan berikut rimbannya.
  • Tampilan nilai DOP , kecepatan rata-rata, haluan rata-rata berjalan.
  • Tampilan tanggal, bulan dan waktu kearah Sasaran berikut jarak, baringan dan nama tempat serta kecepatan kapal berikut haluannya.

Mob, adalah singkatan Man Over Board . Tombol ini berfungsi untuk menyimpan dengan merekam posisi, tanggal dan waktu pada saat kapal berada pada lokasi tertentu, dan pada saat kapal menjauh meninggalkan lokasi tersebut, maka jarak dan baringan terhadap posisi tersebut tetap dihitung terus secara otomatis sehingga kapal akan sangat mudah kembali ke posisi tersebut.

go to, tombol ini berfungsi untuk memilih titik posisi Sasaran yang diinginkan yang sudah terekam pada jejak yang ada pada way point.

Save, berfungsi untuk merekam posisi-posisi sekarang untuk disimpan dalam sistim.  Kemampuan menyimpan masing-masing GPS berbeda, biasanya antara 10 – 20 rekaman, bahkan ada yang lebih.

Recall, Berfungsi untuk menampilkan kembali posisi-posisi yang telah disimpan/direkam oleh fungsi “SAVE”

Way point (WPT),adalah suatu titik-titik lokasi khusus dalam jalur pelayaran, baik itu titik awal berangkat, titik-titik antara ataupun titik akhit tujuan. Tombol ini berfungsi untuk menampung posisi-posisi koordinat  tertentu yang dapat disimpan dalam memory display yang terkadang mampu untuk 100 –150 titik posisi termasuk informasi-informasi yang Berkenaan dengan pelayaran ke tujuan titik Sasaran tersebut dari posisi sekarang , antara lain mengenai :

  • Jarak dan baringan ke titik tujuan.
  • Haluan yang ideal.
  • Perkiraan waktu tiba di titik sasaran.
  • Perkiraan jarak tempuh.
  • Penyimpangan sudut haluan yang terjadi selama pelayaran dan titik berangkat ke titik tujuan.

Esc, tombol ini sama seperti yang terdapat pada komputer, berfungsi untuk me nonaktifkan fungsi yang sedang berjalan untuk kembali ke fungsi sebelumnya atau ke fungsi standard (default).

 

e. Menu yang terdapat dalam display GPS

Route, untuk merencanakan atau memilih jalur pelayaran, dimana jalur-jalur alternative yang akan diambil, sudah disimpan oleh pemprograman yang diciptakan sendiri sebelumnya. Fungsi ini secara otomatis dapat mencatat dan memperkirakan semua perhitungan – perhitungan  mengenai : jarak, baringan, perkiraan waktu tiba, kecepatan kapal saat itu dari satu titik WPT ke titik WPT lainnya serta dapat mengetahui rimban (kemencengan arah haluan) yang disebabkan karena adanya angin kencang dan arus.

Set Up, untuk Self Test (menguji kenormalan unit display maupun unit antenna) dan untuk penyetelan awal, seperti ; Penyesuaian waktu local (Local Mean Time); Ketinggian Antena; DOP

Dgps, Untuk menyetel Diferensial Mode GPS

Alarm, Untuk mengatur alarm pada kondisi tertentu agar tanda bahaya tersebut berbunyi pada saat memasuki kondisi yang telah deprogram sebelumnya, seperti :Kapal berjalan dengan kecepatan melebihiKapal memasuki wilayah posisi tertentuPada saat unit bekerja tidak normalTerjadi rimban yang berlebihan terhadap jalur pelayaran yang telah deprogramKapal keluar dari radius batas tertentu saat labuh jangkar dll

Dimmer,Untuk meredupkan atau menambah terang layar tampilan.

Satellite, Berisi beragam informasi mengenai satelit – satelit GPS, antara lain: Nilai sinyal yang dipancarkan oleh sejumlah satelit; Nilai DOP dan sudut elevasi dari sejumlah satelit; Jumlah satelit yang masih berfungsi dam yang sudah tidak berfungsi; Nomor-nomor satelit; Menjelaskan bahwa pada waktu-waktu tertentu (dalam jam dan menit) dimana satelit tertent tidak mempunyai posisi tetap, atau sebaliknya.

 

 

4. Radar

Radar adalah kependekan dari Radio detecting and ranging. Radar merupakan salah satu alat bantu navigasi elektronika, yang digunakan untuk mendeteksi obyek (target/ sasaran) berdasarkan prinsip pengukuran waktu tempuh yang diperlukan untuk merambatkan pulsa sinyal gelombang elektromagnetik, sejak sinyal tersebut dipancarkan oleh transmitter hingga gema (echo) yang dipantulkan oleh obyek dan diterima pada receiver.  Sinyal elektromagnetik yang ditampilkan oleh obyek ke pesawat penerima tersebut selanjutnya tergambar pada layar kaca (Position Plan Indicator atau PPI), sehingga arah baringan dan jarak pengamat terhadap obyek dapat diketahui.

Obyek pengamatan radar dapat berupa:  kapal, pulau, radar reflektor, pelampung rambu dan benda lainnya yang dapat memantulkan gelombang elektromagnetik, bahkan awan yang rendah serta hujanpun dapat dideteksi oleh radar.

Gambar Radar
Gambar Radar

a. Komponen radar

Secara garis besar komponen radar tersusun antara lain : transmitter, scanner, receiver dan display unit.

  • Transmitter

Transmitter (pemancar), adalah salah satu komponen radar yang menghasilkan pulsa gelombang elektromagnetik. Pulsa tersebut disalurkan ke scanner untuk selanjutnya dipancarkan keluar menuju obyek (target / sasaran).

Pada transmitter terdapat tabung ”microwave oscilator” (dinamakan magnetron), yang menghasilkan gelombang elektromagnetik berfrekuensi tinggi antara 3.000 ~ 10.000 MHz (Megahertz). Pada kapal perang digunakan frekuensi hingga mencapai 30.000 MHz.

  • Scanner

Scanner merupakan antenna pemancar dan penerima pulsa (transmitter and receiver) gelombang microwave. Scanner bergerak berputar pada sumbunya menempuh putaran 360 derajat secara terus menerus dan berulang-ulang.  Sambil bergerak berputar, scanner memusatkan gelombang elektromagnetik dan memancarkannya secara terus menerus pada selang waktu tertentu menuju obyek. Pantulan (echo) geleombang elektromagnet yang dipantulkan oleh obyek kemudian diterima kembali pada scanner untuk selanjutnya diteruskan ke unit penerima (receiver).

  • Receiver

Receiver berfungsi menerima dan memperkuat sinyal gelombang pantulan (echo) yang diperoleh dari obyek dan merubahnya menjadi sinyal listrik untuk kemudian diteruskan ke display unit.

  • Display Unit

Display unit menerima sinyal yang dikirimkan oleh receiver, kemudian ditampilkan data obyek berupa gambar pada layar kaca yang terbuat dari tabung CRT (cathode ray tube). Layar tampilan pada tabung CRT tersebut dinamakan Position Plan Indicator (PPI). Pengamat dapat melihat atau mengamati keadaan obyek dari tampilan display unit ini berupa baringan dan jarak dari kapal pengamat ke obyek.

Pada display unit ini dilengkapi dengan tombol-tombol yang berfungsi untuk mengoperasikan radar tersebut.

 

b. Cara pengoperasian radar

Sejalan dengan perkembangan teknologi dan pengetahuan , maka teknologi yang diterapkan pada radar semakin meningkat. Bermacam merk dan jenis radar dipasarkan dengan beraneka fasilitas teknologi yang ditawarkan, antara lain : bentuk radar, jenis-jenis tombol penyetel pun bervariasi. Namun demikian , walaupun bermacam-macam akan tetapi pada dasarnya cara penggunaannya terdapat suatu prosedur yang baku.

Tombol pengatur yang terdapat pada display unit  radar :

  • Tombol Power.

Pada tombol power terdapat 3 arah tampilan ; OFF, Stanby, ON. Pada posisi OFF; aliran sumber tenaga (aliran listrik) yang menuju radar  diputuskan, sehingga seluruh komponen radar tidak bekerja. Posisi Stanby; sumber tenaga yang menuju ke radar dialirkan, dan pada kedudukan tersebut aliran sumber tenaga dikendalikan oleh pengatur waktu (timer) untuk pemanasan  (warming up) seluruh komponen radar. Pada umumnya pemanasan memerlukan waktu antara 3 ~ 5 menit. Sebelum lampu indikator READY menyala, tombol power belum diijinkan diputar pada arah ON. Posisi ON; pada posisi ini seluruh komponen radar sudah siap untuk dioperasikan.

  • Brightness

Tombol brightness merupakan pengatur terang atau gelapnya layar kaca (PPI) . Dengan memutar tombol searah jarum jam, maka tampilan lingkaran jarak, garis baringan dan obyek dapat dilihat  pada PPI.

  • Sensitivity

Tombol sensitivity (kepekaan), adalah untuk mengatur kepekaan penerimaan receiver. Dengan memutar tombol ini searah jarum jam, display unit akan mengatur kepekaannya untuk menghilangkan tampilan gambar yang kotor (noise) agar layar PPI dapat menampilkan gambar yang jelas.

  • Tuning

Tombol tuning ; untuk mengatur penerimaan echo dari obyek yang akan ditampilkan. Untuk maksud tersebut , diupayakan jarum penunjuk tuning (tuning meter) menunjuk pada tanda optimum, agar tampilan gambar pada PPI sempurna.

  • STC (Sea Turned Control)

Pada saat cuaca buruk , ketika sedang melakukan pelayaran dilaut permukaan gelombang laut dapat terdeteksi oleh radar dan tergambar pada PPI, yang menyebabkan tampilan obyek terkadang tertutup oleh pantulan gelombang laut tersebut.  Dengan mengatur tombol STC, maka kepekaan penerimaan refleksi sinyal permukaan laut diperlemah, sehingga tampilan gambar obyek menjadi lebih jelas.

  • FTC (Fog Turned Control)

Ketika awan gelap dan rendah , atau hujan lebat maupun salju tampak pada tampilan layar PPI, maka pengamat menjadi sulit untuk mengidentifikasi gambar obyek pada PPI. Dengan mengatur tombol FTC, maka kepekaan penerimaan pantulan dari hujan, awan ataupun salju dapat dikurangi, sehingga tampilan gambar obyek menjadi lebih jelas.

  • Cursor

Cursor digunakan untuk memutar piringan penunjuk arah baringan (azimuth) kapal terhadap obyek pada layar PPI.

  • Ring Marker

Tombol ini berfungsi untuk menampilkan lingkaran jarak dari pada PPI. Dengan mengetahui jarak yang terdapat pada PPI tersebut, maka pengamat dapat menduga berapa jarak dari pengamat ke obyek tersebut

  • VRM (Variable Ring Marker)

Dengan mengatur tombol ini dapat menduga jarak dan arah baringan dari pengamat terhadap obyek.

 

c. Penggunaan radar pada kapal perikanan

Selain untuk bernavigasi, pada kapal-kapal perikanan radar secara tidak langsung juga dapat dimanfaatkan untuk membantu dalam penangkapan ikan ; seperti menduga arah dan kedudukan alat tangkap long line, gillnet atau alat tangkap lainnya.

  • Penggunaan Radar pada Kapal Longliner dan Gillnetter.

Pada kapal longline dan gillnetter, setiap alat tangkap yang ditebar dipasang pelampung yang dilengkapi Radar reflektor . Dengan menggunakan radar maka keberadaan alat tangkap tersebut dapat dideteksi.

Dengan menggunakan radar, dapat pula dimanfaatkan untuk memantau kedudukan kapal-kapal ikan lainnya, untuk menghindari adanya pencurian alat tangkap dari kapal lain.

  • Penggunaan Radar Untuk Kapal Purse Seine.

Pada kapal purse seine, khususnya yang menggunakan payao (rumpon laut dalam), radar digunakan  sebagai alat bantu mencari kedudukan payao tersebut. Disamping itu , pada saat penebaran pancing (shooting) , radar digunakan untuk mengatur jarak antara kapal penangkap terhadap kedudukan payao dan kapal lampu (light boat) agar lingkaran putar pada saat shooting dapat sempurna, sehingga radius lingkaran penebaran alat tangkap dapat dipertahankan.

 

5. Fish Finder

Fish finder atau echo sounder yang dalam bahasa Indonesianya disebut Perm Gema adalah merupakan salah satu peralatan elektronik yang terdapat dikapal, digunakan untuk mendeteksi dan mengukur kedalaman air laut, serta dapat dimanfaatkan untuk bernavigasi.

Prinsip kerja fiah finder adalah pengukuran kedalaman laut berdasarkan pulsa getaran suara. Pulsa-pulsa getaran suara tersebut dipancarkan dari transducer kapal merambat melalui media air laut secara vertikal kedasar laut, kemudian dasar laut atau target lainnya sepwerti ikan dan lain-lain , akan memantulkan pulsa tadi yang kemudian diterima oleh transducer kapal.

Selang waktu pulsa saat dipancarkan, hingga kembali kembali ke receiver dapat dihitung, sedangkan kecepatan merambat suara diair laut dapat dikatakan tetap, sehingga separuh waktu tempuh dikalikan dengan kecepatan suara diair dapat dihitung sebagai kedalaman air.

Fungsi dari fish finder ini adalah  selain untuk mengukur kedalaman laut, dapat juga digunakan untuk mendeteksi dan mencari gerombolan ikan terutama ikan-ikan demersal . Selain itu dapat digunakan untuk melihat bentuk kontur dasar perairan serta jenis dasar perairan.

 

a. Komponen fish finder

Fish finder terdiri dari 4 komponen utama, yaitu : transmitter, transducer, receiver dan recorder.

  • Transmitteer.

Transmitter adalah bagian dari fish finder yang memproduksi pulsa listrik untuk dikirimkan ke transducer, namun sebelum sampai di transducer, pulsa listrik tadi diperkuat terlebih dahulu dari hanya beberapa watt (W) menjadi ribuan Watt (Kw)

  • Transducer.

Bagian alat yang berfungsi merubah pulsa listrik menjadi pulsa suara yang kemudian memancarkannya kedalam media air untuk mengenai obyek (sasaran/ target), dimana setelah suara tersebut mengenai sasaran maka akan dipantulkan kembali dan kemudian akan diterima kembali oleh transducer receiver. Disini pulsa suara diubah kembali menjadi pilsa listrik.

  • Receiver

Receiver berfungsi untuk memperkuat energi pulsa listrik yang lemah dari transducer menjadi kira-kira satu juta kali yang kemudian siap diproses dan diteruskan pada stylus.

  • Recorder

Alat ini berfungsi menggambarkan informasi pulsa listrik dalam bentuk goresan pada kertas pencatat dengan menggunakan stylus. Dalam penggunaan kertas pencatat ini ada dua jenis, yaitu kertas basah dan kering.

 

b. Cara pengoprasian

Untuk mengoperasikan fish finder , perlu mengetahui fungsi dari berbagi tombol yang tersedia pada display unit. Berbagai merk pabrikan fish finder yang mempunyai versi sendiri-sendiri, namun secara garis besar fungsinya hampir sama. Macam dan fungsi tombol-tombol tersebut ,antara lain :

  • Power On – Off, berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan fish finder.
  • Gain, berfungsi untuk mengatur kepekaan gambar pada recorder
  • White Line, tombol ini berfungsi untuk memperjelas garis dasar peraian serta untuk membedakan antara garis dasar perairan dengan benda-benda yang berada didekat dasar perairan seperti ikan atau udang.
  • Depth Range, untuk mengatur range kedalaman yang akan dideteksi
  • Phase Range, tombol untuk memilih  tingkatan jarak atau lapisan kedalaman, dimana setiap lapisan kedalaman disesuaikan dengan  jumlah kelompok jarak kedalaman.
  • Paper speed, untuk mengatur kecepatan kertas perekam. Biasanya ada pilihan lambat, sedang dan cepat.

 

c. Aplikasi fish finder

Fish  finder, selain digunakan untuk keperluan navigasi juga digunakan dalam beberapa kepentingan perikanan. Di dunia usaha Perikanan khususnya perikanan industri, fish finder bukan barang baru lagi, mereka sudah menggunakan untuk mencari ikan khususnya ikan demersal dan udang pada perikanan trawl.

Berbagai pengembangan dari metoda akustik di dunia perikanan adalah untuk menduga potensi sumberdaya ikan khususnya perikanan pelagis.

Ada beberapa keuntungan dari penggunaan fish finder ini untuk pendugaan stok ikan, antara lain :

  • Waktu yang diperlukan untuk survey pendugaan stok relatif lebih singkat dan cepat.
  • Area Survey yang dapat diliput, cakupannya lebih luas.
  • Keluaran atau hasil survey lebih variatif
  • Akurasi hasil survey lebih baik disbanding dengan metoda lain.

Disamping kelebihan – kelebihannya, penggunaan metoda fish finder ada kelemahannya pula, antara lain :

  • Perangkat keras fish finder untuk yang canggih harganya relative mahal.
  • Masih langkanya ketersediaan suku cadang, andaikata ada hanya terdapat dikota-kota besar.
  • Masih sedikitnya sumberdaya manusia (SDM) yang mumpuni untuk mengoperasikan, merawat dan memperbaiki peralatan fish finder.

6. Sonar

Sonar merupakan salah satu alat bantu penangkapan ikan  yang sistim kerjanya hampir sama dengan fish finder., yaitu menggunakan pulsa suara yang dipancarkan oleh transducer kedalam laut.. Kalau pada fish finder ,pancaran pulsa hanya satu arah saja yaitu secara vertikal, sedangkan pada sonar arah pancaran transducer dapat digerakkan  baik horizontal maupun vertikal, namun pada umumnya penggunaan sonar lebih dititik beratkan untuk mendeteksi ikan pada arah horizontal atau mendekati arah horizontal.

Pada awalnya , generasi sonar yang masih konvensional pancaran pulsanya berasal hanya dari 1 transducer yang berputar sesuai dengan sudut dan arah yang dikehendaki. Sinyal pancaran sonar ini hampir mirip dengan pancaran scanner radar.  Untuk generasi yang baru sudah muncul omni sonar, dimana didalam transducer ini terdiri dari gabungan 128 unit transducer kecil-kecil, sehingga dengan demikian maka arah pancaran pulsa suara bisa serentak dilakukan menyebar dengan sudut 360 derajat.

Keuntungan menggunakan omni sonar adalah bahwa pergerakan target ikan yang terdeteksi dapat diikuti secara terus menerus, sedangkan pada sonar konvensional pada saat putaran sinyal sudah lewat, ada kemungkinan ikan sudah bergerak , sehingga pada putaran sinyal berikutnya target ikan sudah tidak terdeteksi lagi.

Sedangkan kelemahannya adalah selain harganya cukup mahal,juga memerlukan ruangan yang cukup besar. Karena peralatannya cukup canggih sehingga sangat peka terhadap perubahan temperatur ruangan transducer , dan untuk menjaga agar temperatur ruangan tetap rendah, ruangan tersebut dipasang air conditioning.

 

a. Komponen sonar

Susunan kompnen sonar sama dengan fish finder, yaitu terdiri dari : transmitter, transducer, receiver dan recorder.

  • Transmitter

Transmitter seperti halnya pada fish finder adalah mengirimkan pulsa listrik ke transducer, namun sebelum sampai di transducer, pulsa listrik tadi diperkuat terlebih dahulu dari hanya beberapa watt (W) menjadi ribuan Watt (Kw)

  • Transducer

Alat ini berfungsi menerima pulsa listrik dari transducer, kemudian memperkuat terlebih dahulu, kemudian  mengubahnya menjadi pulsa suara,    dan selanjutnya memancarkannya kedalam media air laut secara hoeizontal maupun vertikal dan menerima kembali sinyal pantulan tadi serta mengubah kembali menjadi pulsa listrik dan mengirimkan ke receiver.

  • Receiver

Receiver berfungsi untuk memperkuat energi pulsa listrik yang lemah dari transducer menjadi kira-kira satu juta kali yang kemudian siap diproses dan diteruskan ke rekorder.

  • Recorder

Recorder berfungsi menggambarkan informasi pulsa listrik pada layar PPI  (pada sonar konvensional), sedangkan gambaran  target pada  omni sonar  dapat dilihat seperti pada contoh dibawah ini.

 

b. Cara Pengoprasian

Dalam pengoperasian, seperti hal peralatan bantu lainnya sonar dilengkapi dengan beberapa tombol, antara lain :

  • Mainr switch.

Fungsi  tombol ini adalah untuk menghidupkan atau mematikan semua komponen sonar. Pada  mainswitch ini terdapat 4 tombol,yaitu : Power, Up, Mid dan Down. Power; Tombol untuk menghidupkan perangkat sonar. Up; Pada posisi ini transducer pada posisi diatas , atau didalam tabung pelindung pada lambung bawah kapal.. Disamping itu tombol ini berfungsi untuk menaikkan transducer keatas. Middle; Menaikkan dan menurunkan transducer pada posisi separuh. Down; Menurunkan transducer pada posisi terbawah.

  • Target marker

Dengan menekan tombo+0l ini maka pada layar monitor akan muncul tanda segitiga sebagai simbol target ikan

  • Own Ship Marker

Dengan menekan tombol ini, akan muncul tanda kapal sebagai kapal sendiri.. Data posisi kapal akan muncul pada menu Objects

  • Circle Marker

Tanda ini berfungsi untuk mengestimasi besarnya gerombolan ikan atau dapat juga digunakan untuk mengindikasikan ukuran daripada purse seine.

  • Gear Symbol

Tanda ini bisa digunakan untuk purse seine atau trawl, tergantung dari parameter yang dipilih dengan menekan tombol gear ini pada menu Set Up.

Seine circle : tombol ini digunakan untuk merencakan shooting purse seine.

Trawl symbol : tombol ini berguna dalam penggambaran pada waktu pengoperasian trawl.

  • Gain

Tombol ini untuk mencari gambar tampilan yang optimum dengan cara membesarkan atau mengecilkan sinyal echo yang diterima.. terdapat 2 pilihan, yaitu horizontal dan vertikal

  • Range Control

Ada 2 pilihan pengaturan jarak, yaitu secara horizontal dan vertikal.

  • Cursor

Cursor hanya digunakan untuk opientasi gambar tampilan dan operasional menu.

  • Trackball

Digunakan untuk menggerakkan cursor, seperti mouse pada komputer

  • Tilt

Tombol ini adalah untuk menggerakkan dan mengarahkan transducer pada sudut kemiringan yang dikehendaki.

Ada 2 pilihan untuk mengoperasikan tombol ini, dengan cara manual dan auto.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top