TERDIAM SENDIRI
Angin bertiup seakan tidak peduli menusuk kulit tipis yang telah beku rintik hujan menari terbawa angin jatuh ke atas rumput […]
Angin bertiup seakan tidak peduli menusuk kulit tipis yang telah beku rintik hujan menari terbawa angin jatuh ke atas rumput […]
Pada suatu saat dikala kamu menyadari bahwa aku telah menjadi sangat tua
Cobalah berlaku sabar dan cobalah mengerti aku
Jika melihat banyak yang makan tercecer dikala aku makan
Sabarlah.. kenanglah di saat saat dimana aku meluangkan waktuku untuk mengajari mu
“Keabadian Cinta” Mawar ini adalah sesuatu yang lembut, begitu sering disakiti. Dulu yang biru cerah, memudar menjadi abu-abu seperti langit mendung di hari musim dingin.
Senyummu menggores wajahku Goresan senyuman yang bergetar Tawamu menggores hatiku Goresan yang berbekas lembut Berbicara dengan mu Menumbuhkan
Lagi – lagi pagi datang mengawali hari Mentari bersinar kemerahan penuh kehangatan Tapi sebelum itu pria tua itu telah
Saat pertama aku berjumpa dengan mu Sekilas kau tampak cantik lalu hilang dari pikiranku Seiring waktu berlalu kau tetap terlihat
aku terbangun tanpa semangat melangkah ke luar kamar melangkah ke luar rumah tidak ada yg ingin dilihat karena memang tidak
AKu berjalan di jalan basah di pinggir danau langitpun masih menjatuhkan titik titik kristal angin dingin menggerakkan dedaunan basah Hanya