Zooplankton (Plankton Hewani)
Zooplankton atau plankton hewani adalah suatu organisme yang berukuran kecil yang hidupnya terombang-ambing oleh arus di lautan bebas yang hidupnya sebagai hewan. Zooplankton adalah termasuk golongan hewan perenang aktif, yang dapat mengadakan migrasi secara vertikal pada beberapa lapisan perairan, tetapi kekuatan berenang mereka adalah sangat kecil jika dibandingkan dengan kuatnya gerakan arus itu sendiri ( Hutabarat dan Evans, 1986).
Zooplankton adalah kelompok binatang yang mengapung bebas di atas perairan, merupakan biota yang bersifat heterotrof, artinya dia tidak dapat memproduksi makanannya sendiri. Oleh sebab itu, zooplankton sangat tergantung pada bahan organik hasil fotosintesis fitoplankton. Pada ekosistem perairan, zooplankton memiliki peran yang signifikan sebagai penghubung antara konsumen dan produsen. Meski ada kelompok zooplankton yang bersifat karnivora, sebagian besar zooplankton merupakan pemangsa herbivora yang langsung mengonsumsi fitoplankton. Sedangkan selain sebagai pemangsa, zooplankton juga berperan sebagai mangsa bagi biota karnivora untuk memenuhi kebutuhan pangannya.

Zooplankton (dari zoon Yunani, atau hewan), protozoa atau metazoans kecil (misalnya krustasea dan hewan lainnya) yang memakan plankton lain dan telonemia. Beberapa telur dan larva hewan lebih besar, seperti ikan, krustasea, dan Annelida, termasuk di sini.
Zooplankton adalah biota yang sangat penting peranannya dalam rantai makanan dilautan. Mereka menjadi kunci utama dalam transfer energi dari produsen utama ke konsumen pada tingkatan pertama dalam tropik ecologi, seperti ikan laut, mamalia laut, penyu dan hewan terbesar dilaut seperti halnya paus pemakan zooplankton ( Notji, 2002).
Zooplankton merupakan produsen sekunder sehingga penting dalam jaring-jaring makanan di suatu perairan. Zooplankton memangsa fitoplankton dimana fitoplankton itu sendiri memanfaatkan nutrient melalui proses fotosintesis (Kaswadji et al., 1993).
Pada proses selanjutnya zooplankton merupakan makanan alami bagi larva ikan dan mampu mengantarkan energi ke jenjang tropik yang lebih tinggi. Dalam hubungan dengan rantai makanan zooplankton berperan sebagai penghubung produsen primer dengan tingkat pakan yang lebih tinggi, sehinnga kelimpahan zooplankton sering dikaitkan dengan kesuburan peraiaran (Arinardi et. al., 1994).

Dari berbagai jenis zooplankton hanya ada satu golongan saja yang sangat penting menurut sudut ekologis yaitu subklas Copepoda (klas Crustacea, filum Arthropoda). Hewan- hewan kecil ini sangat penting artinya bagi ekonomi ekosistem- ekosistem bahari karena merupakan herbivora primer dalam laut ( Nybakken, 1992).
Menurut Nybakken (1992), zooplankton melakukan migrasi vertikal harian dimana zooplankton bergerak ke arah dasar pada siang hari dan ke permukaan pada malam hari. Gerakan tersebut dimaksudkan untuk mencari makanan yaitu fitoplankton. Gerakan pada malam hari lebih banyak dilakukan karena adanya variasi makanan yaitu fitoplankton lebih banyak, selain itu dimungkinkan karena zooplankton menghindari sinar matahari langsung (Nontji, 1993).
Pada perairan tidak semua zooplankton merupakan plankton sejati. Penelitian Alldredge and King (2004) menunjukkan komposisi zooplankton di terumbu karang didominasi oleh kelompok larva krustasea, yang berarti bahwa meski larva yang ditemukantersebut sedang dalam fase planktonik, larva tersebut tidak akan selamanya menjadi plankton.
Saat mencapai usia dewasa, larva akan hidup sebagai organisme bentik (menetap di dasar perairan) ataupun nekton (berenang bebas di kolom air). Jenis zooplankton seperti ini digolongkan sebagai meroplankton, yang disebut juga sebagai plankton sementara (Romimohtarto dan Juwana, 2004).
Plankton dari golongan ini menjalani kehidupan sebagai plankton hanya pada tahap awal dari daur hidupnya, yakni pada tahap telur dan larva (Nontji, 2007).
Kelompok lain diluar meroplankton adalah holoplankton, yaitu kelompok plankton yang seluruh hidupnya dijalani sebagai plankton. Nontji (2007) menyebutkan kelompok‐kelompok plankton yang merupakan holoplankton diantaranya kopepoda, amfipod, salpa, dan kaetognata, sedangkan dari golongan meroplankton meliputi karang, larva ikan, larva udang, larva kepiting, dan larva moluska
- Holoplankton
Holoplankton yaitu organisme akuatik yang seluruh daur hidupnya bersifat planktonik. Meroplankton ialah organisme akuatik yang seluruh daur hidupnya bersifat planktonik.Sedangkan tikoplankton adalah bukan merupakan plankton sejati (Sachlan, 1972)
Contohnya meliputi diatoms, radiolarians, dinoflagellates, foraminifera, amphipods, krill, dan copepods.
- Meroplankton
Plankton dari golongan ini menjadi kehidupannya sebagai plankton hanya pada tahap awal dari daur hidup biota tersebut, yakni pada tahap sebagai telur dan larva saja. Beranjak dewasa ia akan berubah menjadi nekton, yakni hewan yang dapat aktif berenang bebas, atau sebagai bentos yang hidup menetap atau melekat didasar laut. Oleh sebab itu, meroplankton sering pula disebut sebagai plankton sementara.

Pada umumnya ikan menjalai hidupnya sebagai plankton ketika masih dalam tahap telur dan larva kemudian menjadi nekton sstelah dapat berenang bebas. Kerang dan karang adalah contoh hewan yang pada awalnya hidup sebagai plankton pada tahap telur hingga larva, yang selanjutnya akan menjalani hidupnya sebagai bentos yang hidup melekat atau manancap didasar laut.
Meroplankton ini sangat banyak ragamnya dan umumnya mempunyai bentuk yang sangat berbeda dari bentuk dewasanya. Larva crustacea seperti udang dan kepiting mempunyai perkembangan larva yang bertingkat – tingkat dengan bentuk yang sedikitpun tidak menunjukkan persamaan dengan bentuk yang dewasa. Pengetahuan mengenai meroplankton ini menjadi sangat penting dalam kaitannya dengan upaya buidaya udang, crustacea, mollusca, dan ikan.
Faktor- Faktor yang Memengaruhi Perkembangan / Kelimpahan Zooplankton
Kelimpahan zooplankton pada suatu perairan dipengaruhi oleh faktor-faktor abiotik yaitu : suhu, kecerahan, kecepatan arus, salinitas,pH, DO (Kennish, 1990; Sumich, 1992; Romimohtarto dan Juwana, 1999). Sedangkan faktor biotik yang dapat mempengaruhi distribusi zooplankton adalah bahan nutrien dan ketersedian makanan (Kennish, 1990; Sumich, 1992).
- Pengaruh Suhu terhadap Zooplankton
Suhu perairan sangat mempengaruhi keberadaan zooplankton. Perbedaan suhu perairan sangat berpengaruh terhadap fekunditas, lama hidup, dan ukuran dewasa zooplankton. Perubahan suhu menyebabkan perbedaan komposisi dan kelimpahan zooplankton.
Suhu juga mempengaruhi daur hidup organisme dan merupakan faktor pembatas penyebaran suatu jenis dalam hal ini mempertahankan kelangsungan hidup, reproduksi, perkembangan dan kompetisi (Krebs, 1985).
Sedangakan menurut Dawes (1981) suhu yang baik bagi biota laut untuk hidup normal adalah 20 -35 ºC dengan fluktuasi tidak lebih dari 5 ºC. Menurut Ray dan Rao (1964) dalam Dawson (1979) suhu yang baik untuk kelimpahan zooplankton di daerah tropika secara umum berkisar antara 24˚C – 30˚C.
- Pengaruh Kecerahan terhadap Zooplankton
Definisi dari kecerahan adalah jarak yang bisa ditembus cahaya dalam kolom air dan kedalaman merupakan fungsi dari kecerahan, sedangkan kekeruhan air adalah suatu ukuran bias cahaya di dalam air yang menunjukkan derajat kegelapan di dalam suatu perairan yang disebabkan adanya partikel- partikel yang hidup maupun yang mati yang dapat mengurangi transmisi cahaya (APHA, 1995). Semakin besar nilai kecerahan akan meningkatkan hasil produktifitas primer dalam bentuk biomassa yang merupakan pendukung utama kehidupan komunitas pada lingkungan tertentu (Tait, 1981).
- Pengaruh Arus terhadap Zooplankton
Arus merupakan faktor utama yang membatasi penyebaran biota dalam perairan (Odum, 1971). Arus laut dapat membawa larva planktonik jauh dari habitat induknya menuju ke tempat mereka menetap dan berkembang (Jackson, 1986).
Pada daerah mangrove, arus yang disebabkan pasang surut mempunyai pengaruh nyata terhadap distribusi plankton. Arus mempunyai arti penting dalam menentukam pergerakan dan distribusi plankton pada suatu perairan. Arus merupakan sarana transportasi baku untuk makanan maupun oksigen bagi suatu organisme air (Hawkes, 1978).
Pergerakan zooplankton terjadi secara vertikal pada beberapa lapisan perairan, tetapi kekuatan berenangnya sangat kecil bila dibandingkan dengan kekuatan arus tersebut (Hutabarat dan Evans, 1986; Nybakken, 1992).
- Pengaruh Salinitas terhadap Zooplankton
Zooplankton memiliki kepekaan yang tinggi terhadap tingkat salinitas pada perairan di ekosistem mangrove. Tingkat toleransi pada tiap-tiap zooplankton sangat bervariasi (Kennish, 1990).
Salinitas yang ekstrim dapat menghambat pertumbuhan dan meningkatkan kematian pada zooplankton (Odum, 1993). Menurut Sachlan (1982), pada salinitas 0 – 10 ppt hidup plankton air tawar, pada salinitas 10 – 20 ppt hidup plankton air tawar dan laut, sedangkan pada salinitas yang lebih besar dari 20 ppt hidup plankton air laut.
- Pengaruh Derajat Keasaman (pH) terhadap Zooplankton
Derajat keasaman (pH) mempunyai pengaruh besar terhadap kehidupan organisme perairan, sehingga sering dipakai untuk menyatakan baik buruknya suatu perairan. Menurut Raymont (1963), pH dapat mempengaruhi plankton dalam proses perubahan dalam reaksi fisiologis dari berbagai jaringan maupun pada reaksi enzim. Tait (1981) menyatakan bahwa kisaran pH optimum bagi pertumbuhan plankton adalah 5,6-9,4.
- Pengaruh Oksigen Terlarut (DO) terhadap Zooplankton
Oksigen terlarut dalah gas untuk respirasi yang sering menjadi faktor pembatas dalam lingkungan perairan. Ditinjau dari segi ekosistem, kadar oksigen terlarut menentukan kecepatan metabolisme dan respirasi serta sangat penting bagi kelangsungan dan pertumbuhan organisme air. Kandungan oksigen terlarut akan berkurang dengan naiknya suhu dan salinitas (Sachlan, 1982; Nybakken, 1988). Menurut Raymont (1963), konsentrasi dari oksigen terlarut paling rendah yang dibutuhkan oleh organisme perairan adalah 1 ppm.
- Pengaruh Ketersediaan Makanan / Fitoplankton terhadap Zooplankton
Distribusi zooplankton melimpah di perairan berkaitan erat dengan ketersediaan makanan atau fitoplankton sebagai makanannya ( Meadows dan Campbell, 1993). Wijayanti et al. (1995) menambahkan bahwa komposisi dari komunitas zooplankton bervariasi dari tahun ke tahun dikarenakan perubahan makanan dan lingkungan tempat hidupnya. Jenis fitoplankton yang dimakan zooplankton antara lain Chaeteceros, Skeletonema, Fraggilaria, Oscillatoria, Ceratium (Soedibjo, 2006).
Sekilas Perbedaan antara Zooplankton dan Fitoplankton :
- Fungsi dari dua kelompok ekologi mikroskopis ini berbeda dan sangat penting.
- Fitoplankton adalah organisme autotrof, sedangkan zooplanktons adalah heterotrof.
- Fitoplankton tidak bisa berenang secara aktif, sedangkan zooplankton dapat bergerak baik secara aktif maupun pasif.
- Ada dan tidak adanya migrasi vertikal dalam zooplankton dan fitoplankton juga menyatakan variasi tambahan antara kedua
- fitoplankton adalah plankton nabati tapi zooplanktonb adalah plankton hewani
Bila ada yang menggunakan isi tulisan ini, jangan lupa cantumkan sumber, dan silahkan copy sebagian yang dikutip lalu masukkan di kolom komentar dibawah ya.
Bila ada pertanyaan, tambahan penjelasan atau ada kekurangan bisa komentar di bawah untuk menyempurnakan artikel ini, lebih baik jika disertakan sumber referensinya. Makasih
